Siapa Diriku?

Siapakah aku? Siapakah sosok bernama Geodipa Ryu ini? Seumur hidup aku mencari dari jawaban ini, tapi sungguh aku belum menemukan jawabannya. Bagi sebagian orang, aku adalah sosok yang hebat. Sebuah bintang yang mereka kejar di langit malam, Cahaya yang menuntun, arah yang menginspirasi. Namun bagi sebagian lainnya, aku hanyalah makhluk yang rapuh, yang berlari dari bayang-bayangnya sendiri, seekor binatang yang terperangkap dalam kulitnya, mencakar-cakar dinding jiwanya yang sempit. Ada yang melihatku sebagai periang, penyatu lingkaran persahabatan, tawa yang menjembatani perbedaan. Tapi ada pula yang melihatku sebaliknya, sebagai badai kecil yang menghancurkan keheningan, sebagai sumber gelap yang perlahan meretakkan keakraban.

Apakah ada satu sosok "aku" yang sama di mata semua orang? atau aku hanyalah cermin retak, yang memantulkan wajah berbeda kepada setiap pandangan yang menatapku?

Aku jauh dari kata normal, banyak sifat diriku yang bertolak belakang. "Itu tidak masuk akal" mereka bilang, tapi itulah aku. Seseorang yang bertempur dengan diri demi menemukan sebuah definisi. Aku pintar, tapi aku bodoh. Aku kuat, tapi aku lemah, aku periang, tapi aku penakut. Kata kata ini berkelut tak henti di kepalaku hanya untuk mengisi lembar soal kosong tentang siapa diriku.

Semakin lama, nama Geo semakin asing di telingaku. Semakin lama, semakin terlepas nama itu dengan diriku. dan semakin lama, semakin Lelah aku untuk mencari alasan mempertahankannya

Tapi, aku akan terus menggenggam nama itu. Karena itulah diriku. walau diri tak terdefinisi, setidaknya aku memiliki nama yang bisa dipanggil

Lantas… siapakah Geo ini?

Mungkin jawaban itu tak perlu ditemukan hari ini, atau esok, atau bahkan seumur hidupku. Yang pasti, aku akan terus melangkah, menyusuri jalan yang kutulis sendiri, meski kabut tak kunjung menyingkap arah. Umur tak pernah berjanji, dan hidup tak pernah memberi peta. Namun untuk saat ini perkenalkanlah

Namaku Geodipa Afatha Ryu Muhammad Fazajirati Zajra.

Sebuah elegi yang mencari maknanya,

sebuah epos yang masih menulis babnya,

dan seorang manusia yang tak berhenti mencari tempatnya

di antara bintang dan bayangan.